[curhat] Perempuan itu mengingatkan kita akan Akhirat

Bismillah…

Ya, kali ini masih seputar ‘kegalauan’ gw sebagai jomblo sejati yang masih mencari jati diri untuk menjadi pendamping hidup didunia dan akhirat nanti.  haha…😀 keep smile. karena ada yang lebih parah ‘galau’nya dibanding gw, so… Itulah hidup, semua sudah pada kadar dan kemampuannya masing masing.

Okelah, langsung aja…  tadi sempet atau bisa dibilang obrolan ringan sama keponakan dari mamang gw, langsung dikirim dari jawa tengah tepatnya dari -Pegunungan Dieng-. jangan tanya dimana, gw gak tau… hihi. dan dari pembicaraan tentang istrinya yang sedang hamil 8 bulan dan dia ke jakarta untuk kerja dan mungkin untuk nyari duit tambahan buat lahiran anaknya yang pertama (aselinya 2 katanya, sebelumnya keguguran). dan dia cerita dari awal ketemu dengan istrinya sampe pengen ngelahirin sekarang… hems… Indah deh, begini ceritanya. *dari tadi udah dimulai sebenernya.. haha.

Sebut saja,  Majun (Keponakan mamang) dan Mejeng(itu gw), dan berikut dialognya… (insyaAllah gak berlebihan). dan sebelumnya ada lagi mamang gw sendiri, tapi pas gw dateng mamang gw malah ninggalin gw buat ngobrol sama mas majun.. haha. jadi gak usah di masukan ke materi dialog.

Mejeng: “… wah, itumah udah termasuk hamil ‘muda’ 8 bulan mah”.

Majun: “Iya, hehe… bawaanya kangen sama anak, takut pas lahiran saya gak di samping istri”.

Mejeng: “Ya, mudah”an aja, tepat waktu mas, oh ya.. ngomong beda berapa tahun sama istrinya?”.  Muka penasaran.

Majun: ” 5 Tahun, udah tua saya”. tampang serius.

Mejeng: “wkwk.. ngaku tua, tapi itu mah pas kali… perempuan nya beda 5 tahun, tapi kok bisa ketemu yah?”.

Majun: “Ya, kalo udah jodoh mah mau dikata apa juga, biarpun dulu ada yang ngajak nikah… ya, mas gak terlalu suka”.

Disini mas majun masih belum membuka diri neh,  dan belum mengeluarkan wejangan yang gw maksud, dan ada hal yang unik, dia bilang dia ada yang suka dan ngajak nikah pula dan cantik pula!. nah, apa yang dilakukan mas majun? ternyata, menolaknya… dengan alasan, waktu itu umurnya masih terlalu muda dan belum mendapat pekerjaan yang sesuai, masih 22 tahun. oke langsung ke dialog lagi.

Mejeng: “wew, ada yang ngajak nikah?, umur berapa? cantik emang?”.

Majun: “Iya, namanya juga di kampung, umur masih muda udah pada nikah, wah.. dibilang cantik mah cantik, orang primadona desa waktu itu, dan seumuran waktu itu, 22 tahun juga”.

Mejeng: “Lah, terus sama istri yang sekarang, kok bisa ketemu dan bedanya 5 tahun, gimana ceritanya?”.

Majun: “haha, kalo istri yang sekarang mah udah di ‘tem’in.. saya nunggu 3 tahun sebelum akhirnya dia lulus dan memberikan tantangan ke saya”.

Mejeng: “bha? tantangan, tantangan apa?”.

Majun: “Kata dia (istrinya) kalo mas, suka dan serius sama aku bilang langsung ke orang tua ku sekalian”.

Mejeng: “mas langsung ngomong langsung ke orangtuanya? siapa, emak atau bapaknya?”.

Majun: “Iya. Emaknya, langsung saya ngomong… kalo saya suka dan serius dengan anak ibu”.

Mejeng: “wew… tanpa basa basi?, tapi… sebenernya apa yang membulatkan tekat mas, gak mungkin berani tanpa alasan”.

Majun: “Ya, pastilah… sebelumnnya kan mas udah saling kenal sebagai teman selama 3 tahun (menanti lulus sekolah), dan disaat itu dia (istri) selalu ingetin sholat 5 waktu dan sunah, puasa.. sampe jadi istri, Alhamdulillah masih ingetin terus”.

Mejeng: “Itu yang saya belum dapet mas…  dapat seorang perempuan yang bisa mengingatkan saya akan akhirat, lah terus… katanya gak terlalu cantik yah dibanding sama perempuan sebelumnya?”.

Majun: “Emang, biasa aja tapi itu dia.. yang buat saya bulat kan tekat… karena ia mengingatkan saya untuk beribadah, dan ingat.. harta itu bisa dicari, kencantikan itu akan sirna ketika sudah tua tapi ilmu tidak akan pernah sirna dari dunia dan akhirat”.

Dan, dari situ gw sempet diem sejenak, merenungkan kalimatnya langsung… dan memang selama ini di hati gw, gw menginginkan wanita yang taat akan agama Allah, kayak istrinya mas majun, tapi kadang gw suka bandingkan dengan ‘kecantikan’ dan ‘kekayaan’ dari perempuan yang gw maksud, dan jadilah gw orang yang suka dibilang – PEMILIH-. Oke lanjut ke dialog:

Mejeng: “Wah hebat, ini mah… lelaki sejati”.

Majun: “Haha… itulah usaha… dan ingat Orang yang baik selalu dapat yang baik dan orang yang jahat dapat yang jahat pula, dan Allah selalu menyeimbangkan hal itu”.

Mejeng: “Mas majun baik donk?”.

Majun: “haha… kebetulan, Alhamdulillah mas orang yang bersyukur dan istripun demikian”.

Mejeng: “Yups, kadang – kadang hukum karma berlaku, karena bumi itu bundar dan berputar”.

Majun: ” Ya, intinya selalu pasrah dan yakin akan pilihan Allah (Karena Agamanya). InsyaAllah, semua jadi jalan terbaik”.

 

Ya, sebenernya dialognya panjang tapi gw lupa-lupa inget dan intinya itu yang akhrinya gw dapet…  dan gw tulis berdasarkan dialog yang sudah di ubah, tapi insyaAllah pesaannya sama kok. dan pesan mas majun buat gw yang masih jomblo dan masih mencari pendamping hidup duni | akhirat. ini dia:

 

“Cari perempuan/ pendamping hidup itu yang bisa mengingatkan kita disaat kita dibawah (miskin) dan disat kita diatas(kaya) yang berlandaskan Agama.  Nicaya, perempuan itu sebenernya mendambakan surga dari suaminya”.

 

“Kalo mencari kencantikan itu bisa sirna oleh waktu, kalo mencari harta itu bisa habis karena penyakit, tapi kalo mencari karena agama niscaya dunia | akhirat bisa kita dapat”.

 

Have Nice Day!

— panjang sih, nanti gw update lagi akh.. —

 

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: