[curhat] Menjadi Manusia yang Sederhana itu Sulit

Bismillah…

sulit buat gw menjadi manusia sederhana, meskipun gw berusaha menjadi manusia yang sederhana baik tingkah laku, dan kalimat yang keluar dari mulut gw ini, banyak yang bilang perkataan gw mengandung ambiguitas yang sederhana, bukan kalimat yang sederhana, begitu juga tingkah laku gw, setiap yang gw lakuin terkadang harus gw fikirkan cara yang banyak, padahal cukup 1 cara sederhana bisa tercapai. jikalau harus memilih memang gw suka dengan yang sederhana, ups.. apakah bener yah, sampe skarang gw masih terlihat sebagai manusia jomblo karena gw terlalu jelimet(ribet) untuk memikirkan wanita yang sederhana, berharap selalu ada kelebihan, astagfirullah..

menjadi sulit buat gw ketika harus mencoba dan bahkan berusaha melakukan hal sederhana, baik tingkah laku ataupun kalimat yang keluar dari mulut gw inih. terkadang gw senang dengan hal sederhana,, tp kenyataannya gw sama sekali tidak melakukan hal sederhana itu, bahkan seakan gw menolak untuk sebuah kesederhanaan, gw merasa harus ini-harus itu, dan sempet berfikir, apakah itu yah, tandanya kalo gw terlalu ribet secara mental atau hanya sebuah fikiran gw yang ter-mindset segala sesuatu itu harus wah, dan wah itu tidak se-sederhana yang ada.

Entahlah, dan mungkin inikah PR kehidupan gw sesungguhnya, “MENCARI JATI DIRI BAGAIMANA MENJADI MANUSIA SEDERHANA”, jika memang itu sebuah hal yang harus gw lakukan di kehidupan gw, harus di mulai dari mana? dari mana gw harus memulai hal itu, lagi lagi hal yang ribet yang harusnya sederhana kembali lagi berasa jelimet dan mumet buat gw sendiri, sesungguhnya tulisan ini bukan lah ke-galau-an gw, ini hanya sebuah tanda tanya yang muncul bahkan sering muncul ketika gw harus dihadapkan pada sebuah kegiatan yang mengharuskan gw berbicara-beraksi bahkan memimpin suatu kegiatan.

Kesadaran gw bahwa gw orang yang ribet muncul karena hal diatas, ketika gw berada di depan penonton atau menjadi titik perhatian dalam suatu acara. Hems… demam panggung? mungkin, tapi yang menjadi masalahnya adalah, ketika gw merasa nyaman dengan panggung tetep saja, ada selentingan kalimat bahwa kalimat yang terucap dari gw masih mengandung ‘ambiguitas sederhana’, menjadi TANDA TANYA BESAR yang sungguh, gw sendiri bingung kenapa ini bisa seperti ini.

Apakah gw merasa sok pinter? dan kenyataanya adalah seorang yang BODOH dan lebih bodoh dari orang gila, terkadang gw fikir iyah, gw merasa gw sanggup tapi kenyataannya sederhana, gw gak sanggup, Ya Allah, berikan energi positif mu melalui alam-alam yang berbicara, jikalau gw harus selalu menjadi orang yang ribet, pertemukan gw pada seorang wanita yang bisa mengarahkan pemikiran gw ini kepada hal yang lebih sederhana dan mengarahkan pemikiran gw yang ribet ini. muungkin gw butuh seorang pasangan – yang berarti bukan pacar, atau sekedar temen curhat wanita? tp jarang yang mau, karena hampir seluruh wanita mengatakan gw itu ribet, padahal gw sendiri butuh kalimat sebuah petuah yang tepat untuk mengarahkan kalimat yang terucap dari bibir gw ini.

semoga gw kelak menemukan jatidiri gw dan seorang wanita yang akan memahami bahkan mengarahkan pemikiran gw yang jelimet ini semoga, semoga, semoga, semoga.. Aamiin.

Alhamdulillah..

Have Nice Day…

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: